PUPUK HANTU

Anda Berada di: Beranda

Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Riau

Indonesian English

PUPUK HANTU

E-mail Cetak PDF

Definisi

Pupuk Hantu Multiguna Exclusive adalah pupuk yang terbuat dari sari tumbuhan alami ( herbal ) berbentuk cream cair / pekat berwarna putih kelabu.

Kandungan

Hormon :

  1. GA3 98.37 ppm
  2. GA5 107.13 ppm
  3. GA7 131.46 ppm
  4. Auksin IAA 156.35 ppm
  5. SITOKININ : Kinetin 128.04 ppm, Zeatin 106.45 ppm

Pupuk

  1. N 63
  2. P 6
  3. K 14
  4. Na
  5. Mg
  6. Cu
  7. Fe
  8. Mn
  9. Zn
  10. Co
  11. Cd
  12. Pb

Manfaat dan Kelebihan HANTU

Hantu ini menjadikan tanaman mempunyai daya tahan dan tumbuh melebihi perkembangan standar.

  1. Daun Mempercepat pertumbuhan Daun. Daun menjadi lebat, keras, padat, lebar, tebal, berisi, mengkilap, muncul warna asli dan tidak mudah rontok.
  2. Batang Mempercepat perkembangan batang dalam melakukan pembelahan sel sehingga cepat besar, kokoh, dan berurat.
  3. Bunga Mempercepat keluarnya Bunga, kuncup disetiap pori pembungaan dan tidak mudah gugur.
  4. Buah Mempercepat putik bunga jadi buah, buah lebih padat, besar dan berisi. Buah juga lebih lezat dan beraroma asli.
  5. Akar Mempercepat pertumbuhan akar baru dan lebih kokoh.
  6. Tunas Mempercepat keluarnya tunas – tunas dan anakan baru pada setiap pori – pori.
  7. Tanah Memperbaiki struktur tanah yang rusak dan menambah kesuburan tanah.
  8. Hemat Waktu Mempercepat proses pertumbuhan dan masa panen / panen lebih cepat dari biasanya.
  9. Hemat Biaya dan Tenaga

Untuk tanaman jenis sayur mayur,

1 botol 170 ml bisa digunakan untuk penyemprotan lahan seluas 1 hektar, untuk tanaman perkebunan 2 – 3 botol / hektar. Dengan demikian,kita tidak perlu repot – repot memikul pupuk sampai berkarung – karung ke lahan. Cukup bawa 1 botol saja !.

Hanya dibutuhkan 1 jenis Pupuk Hormon Hantu saja dan tidak perlu penambahan Pupuk Kandang, NPK, TSP atau apapun dalam Pertanian ini. Hasilnya akan lebih baik bila hanya menggunakan Homon Hantu ini. Kecuali tanaman terserang hama / virus / bakteri maka, kita perlu obat khusus untuk itu. 10. Membantu meningkatkan kekebalan tubuh tanaman terhadap serangan virus dan bakteri.

JENIS TANAMAN DAN DOSIS NYA

Sayur Mayur

  1. Contoh tanaman : Asparagus, tomat, buncis, kacang panjang, cabai, Bawang merah / putih, seledri, sawi, dll • Dosisnya : 2 cc / 1 sendok teh kecil Hantu dicampur dengan 1 ltr air • Frekuensi Penyemprotan : Lakukan setiap 7 hari 1 x 2. Tanaman Buah Batang Merambat • Contoh tanaman : Anggur, Apel, Strawberry, Semangka, Melon, Mentimun, Merica, dll
  2. Dosisnya : 2 cc / 1 sendok teh kecil Hantu dicampur dengan 1 ltr air
  3. Frekuensi Penyemprotan : Bulan 1 Lakukan setiap 7 hari 1 x Bulan berikutnya Lakukan setiap 20 hari 1 x 3. Tanaman Buah Batang Keras
  1. Contoh tanaman : Lengkeng, Rambutan, Jambu, Jeruk, Belimbing, Mangga, Durian, dll
  2. Dosisnya : 5 cc / 1 sendok makan Hantu dicampur dengan 1 ltr air
  3. Frekuensi Penyemprotan : Bulan 1 Lakukan setiap 7 hari 1 x Bulan berikutnya Lakukan setiap 1 bln 1 x 4. Tanaman Palawija
  1. Contoh tanaman : Jagung, Kacang hijau, Padi, Umbi – Umbian, kacang Tanah, dll
  2. Dosisnya : 5 cc / 1 sendok makan Hantu dicampur dengan 1 ltr air
  3. Frekuensi Penyemprotan : Bulan 1 Lakukan setiap 7 hari 1 x Bulan berikutnya Lakukan setiap 1 bln 1 x 5.

Tanaman Pekebunan

  1. Contoh tanaman : Kelapa sawit, Cengkeh, Karet, Kopi, Kakao, Rotan, Gaharu, dll
  2. Dosisnya : 5 cc / 1 sendok makan Hantu dicampur dengan 1 ltr air
  3. Frekuensi Penyemprotan : Bulan 1 Lakukan setiap 7 hari 1 x Bulan berikutnya Lakukan setiap 1 bln 1 x 6. Tanaman Hias
  1. Contoh tanaman : Aglaonema, Keladi, Anthurium, senthe, Anggrek, bunga mawar, dll
  2. Dosisnya : 2 cc / 1 sendok Teh Hantu dicampur dengan 1 ltr air
  3. Frekuensi Penyemprotan : Bulan 1 Lakukan setiap 7 hari 1 x 4.

Larangan Keras !

  1. Hindari Penyemprotan pada saat tanaman sedang berbunga. Hal ini untuk menghindari gugurnya bunga / gagal panen. Setelah masa berbunga selesai, lakukan penyemprotan kembali sesuai dengan dosis.
  2. Hindari penyemprotan pada tanaman yang baru saja diberi pupuk kimia. Lakukan penyemprotan 1 minggu setelah pemberian pupuk kimia. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari over dosis pupuk pada tanaman.
  3. Hindari pencampuran Zat anti hama / pestisida dengan Pupuk Hormon Hantu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Apabila Solo / tank penyemprotan yang digunakan bekas penyemprotan zat anti hama / pestisida maka, cuci sebersih mungkin tank / solo sebelum digunakan untuk penyemprotan Hantu. Hal ini dilakukan untuk menghindari terkontaminasi nya Pupuk Hormon Hantu dengan zat Kimia. Pupuk Hormon Hantu adalah Pupuk Organik pertama di Indonesia yang bebas dari zat kimia apapun yang berbahaya baik bagi tanaman maupun mahluk hidup apapun. Jadi, Pupuk Hormon Hantu sangat aman bagi tanaman maupun mahluk lain karena terbuat dari bahan herbal / oganik.
 

Baca Informasi

Trafik Pengunjung

551747
Hari iniHari ini235
KemarinKemarin413
Minggu iniMinggu ini2246
Bulan iniBulan ini8659
Total Semua PengunjungTotal Semua Pengunjung551747

Pengunjung Online

Kami memiliki 8 Tamu online