METODE PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

Anda Berada di: Beranda Bidang Bid.Pengolahan & Pemasaran

Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Riau

Indonesian English

METODE PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

E-mail Cetak PDF

Cara Pemupukan

  1. Pemupukan dilakukan dengan sistem tebar dan sistem benam (Pocket)
  2. Pada sistem tebar, pupuk ditebarkan di piringan pada jarak 0,5 meter hingga pinggir piringan pada tanaman muda, dan pada jarak 1 - 2,4 meter pada tanaman dewasa.
  3. Pada sistem pocket, pupuk diberikan pada 4 - 6 lubang pada piringan disekeliling pohon. Kemudian lubang ditutup kembali. Sistem pocket disarankan pada areal rendahan, areal perengan ataupun pada tanah pasiran yang mudah tercuci/tererosi.
  4. Pada tapak kuda, 75 % pupuk diberikan pada areal dekat tebing. Untuk mengurangi pencucian, pupuk ini sebaiknya diaplikasikan dengan sistem pocket.

 

Berdasarkan alat yang digunakan, Pemupukan dapat dilakukan secara manual, mekanis, maupun dengan Pesawat terbang.

  • Pemupukan manual paling umum dan mudah dilakukan.
  • Pemupukan mekanis menggunakan alat (traktor) penebar pupuk untuk areal yang relatif rata. Cara ini banyak diterapkan karena sulitnya memperoleh tenaga kerja pemupuk
  • Aerial spraying sesuai untuk aplikasi pupuk padaareal yang sulit terjangkau dan daerah yangsulit memperoleh tenaga kerja
 

 

Persiapan

  1. Pembenahan piringan, pasar pikul, rorak, tapak kuda, tapak timbun dan lain-lain.
  2. Penghancuran pupuk yang menggumpal
  3. Takaran pupuk dibuat per jenis dan dosis pupuk. Sapu lidi pendek ( 15 Cm ) berbentuk kipas untuk penebaran pupuk.
  4. Luas areal yang dipremikan maksimal 30 % areal pemupukan hari itu.
  5. Persiapan : Kebutuhan jenis dan dosis pupuk dan jumlah pohon, tenaga penebar, pengecer, pengangkut pupuk, transportasi pupuk ke lapangan.

 

 
  1. Formulir AU-58 untuk permintaan pupuk
  2. Membuat rencana harian
  3. Membuat peta rencana pemupukan harian
  4. Membuat Barchart rencana - realisasi pemupukan
  5. Menentukan letak SPB (5 - 10 ha/SPB) dan letak SPK ( > 2 ha/SPK)
  6. Tenaga pemupukan :

          - Areal rata : 2 penabur + 1 pengecer

          - Areal perengan : 3 penabur + 2 pengecer

  1. Pemupukan diangkut ke lapangan sebelum jam 06.00 wib. Penebaran pupuk dimulai jam 06.30 wib
Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 20 Mei 2011 14:24 )  

Baca Informasi

Trafik Pengunjung

632867
Hari iniHari ini652
KemarinKemarin732
Minggu iniMinggu ini652
Bulan iniBulan ini652
Total Semua PengunjungTotal Semua Pengunjung632867

Pengunjung Online

Kami memiliki 17 Tamu online